Jumat, 07 Januari 2011

Pengalaman Berharga

KEHIDUPAN KEDUA. . .

oleh Ghina Mangala Hadis Putri pada 14 Agustus 2010 jam 12:19
Satu lagi pembelajaran hidup yang baru aku dapatkan dari pengalaman mereka yang telah mengalami "kematian" sejenak dari kehidupan di dunia ini. Yah, "MATI SURI" itulah yang sempat mereka rasakan. sebuah pengalaman religi yang dapat menguras air mata, menguras perasaan cemas, takut, dan itulah yang aku rasakan ketika melihat dan mendengar penuturan yang mereka sampaikan. Sebut saja Aslina, seorang wanita dari Bengkalis Malaysia yang datang ke Indonesia untuk berbgai cerita tentang pengalamannya mati suri selama kurang lebih beberapa jam. Awalnya ia menolak untuk bercerita namun pada akhirnya ia berbagi dengan semua orang pada acra on air di salah satu televisi swasta.
Penggambaran yang sama yang diceritakan oleh Aslina dengan yang digambarkan dan tertulis di dalam Al-Qur'annul karim. Jelas terlihat oleh Aslina ketika ia berada dalam alam bawah sadarnya bahwa ada dua orang berpakaian putih yang menemaninya selama ia berada disan. Selain kedua orang itu, Aslina juga ditemani oleh seorang wanita yang menyebut dirinya adalah amal Aslina selama ia ada di dunia.
Kedua orang yang berpakaian putih tadi kemudian menanyakan beberapa perihal kepada Aslina. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah "siapa Tuhanmu?, Siapa Pemimpinmu? apa kiblatmu? siapa nama kedua orang tuamu? dan masih ada bebrapa hal lagi. Aslina juga dilihatkan hukuman -hukuman beberapa contoh manusia yang pada saat di dunia sering berbuat zinah, melakukan pembunuhan, serta tidak pernah melaksanakan shalat.
Sungguh hatiku bergetar ketika mendengar kesaksian itu, bagaimana mungkin ketika manusia telah dijemput ajal tidak ada lagi yang bisa menolong selain diri kita sendiri dan amal perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia. Bagaimana mungkin aku masih saja memikirkan urusan duniawiku tapi aku sering melupakan urusan akhiratku. Apa yang akan kujawab kelak jika aku mati nanti? apakah aku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sementara bekalku untuk itu masih teramat sedikit?  Apakah aku sudah banyak melakukan kebaikan untuk diriku juga untuk semua orang yang berada di sekitarku??

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiim....
Izinkan aku untuk menjadi manusia yang lebih baik, berikanlah aku kesempatan untuk bisa menjadi kekasih-MU...
Amiin allahuma amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentar anda di bawah sini.