Selasa, 11 September 2012

Jangan berhenti, Kawan!!!

        Secara teoritis Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati, dijaga, dan dilindungi. Sedangkan hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu, pemeritah (Aparatur Pemerintahan baik Sipil maupun Militer), dan negara.
        Banyak orang yang berani untuk mengekspresikan pendapatnya tentang apa itu HAM. Dan Hak mereka adalah sama, hak untuk berpendapat. Kini, saat kata kembali merangkai tentang kasus-kasus HAM, sudah ada seabrek cara untuk melawan yang namanya penindasan HAM.Namun, sekali lagi tentang HAM. Pada tanggal tujuh September yang lalu, tidak bosan-bosannya pengungkapan Kasus Aktivis HAM  Munir menjadi kembali marak di media, baik media cetak maupun media elektronik. 
        Munir, bukanlah satu-satunya aktivis yang memperjuangkan tentang HAM di Indonesia. Munir, merupakan sosok yang masih perduli dengan para aktivis-aktivis yang sempat hilang di jaman orde baru. Kegigihannya utnuk mengungkap keterlibatan negara terhadap hal itu, membuatnya harus bertemu dengan maut. Tepat tanggal tujuh september beberapa tahun silam nyanwanya direnggut dengan kronologis pembunuhan yang penuh dengan intrik belaka. Sebelum sosok Munir tepat, pada masa orde baru silam begitu banyak para aktivis yang memperjuangkan nasib rakyat justru menjadi sasaran dari terjadinya pelanggaran-pelanggaran  HAM. Hingga kini keberadaan kasus-kasus mereka tak jua meberikan hasil. Kasus pembunuhan Munir yang telah memasuki usia ke tujuh tahun nyatanya tak juga mampu terselesaikan. Lantas bagaimana dengan kasus-kasus di era orde baru yang berkaitan dengan para aktivis?
        Sebut saja, seorang seniman di Era Orde Baru yang juga merupkan aktivis, Whiji Tukul. Whiji Tukul merupakan sosok bersahaja yang terus gencar menyuarakan perlawanan terhadap keberingasan penguasa di Orde baru. Mengajak para buruh untuk bertindak melawan ketidakadilan yang terjadi pada saat itu. Membentuk Perlawanan yang dilakukannya, cukup unik. Melawan dengan sajak. Sajak-sajaknya yang kritis, secara tidak langsung mengkritik bagaimana keadaan perpolitikan di Indonesia. Perlawanan yang dia lakukan, nyatanya membawa celaka baginya. Sosoknya, tiba-tiba menghilang pada tahun 1994 silam. Tak ada yang pernah tahu keberadaanya.Namun Sebuah sajak, yang pernah terlontar dari sosoknya tetap akan abadi.


Peringatan

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada
dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam
kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

        Yah, itulah yang sempat menjadi kenangan tersendiri tentang "pahlawan" seperti mereka  bagi kita para generasi muda. Usaha dan perjuangan mereka memang terhenti karena kematian itu namun kenangan tentang mereka tidak akan pernah mati. Kelanjutan usaha-usaha mereka untuk memperjuangkan nasib rakyat nyatanya kini tak pernah terhenti. Meski kekuasaan orde baru telah berganti, keberingasan kekuasaan dahulu telah tergantikan, namun HAM dan nasib rakyat masih  saja menjadi "bahan yang empuk" bagi para penguasa di negeri ini. Namun, satu kata Jangan Berhenti, Kawan!! Lawan !!


Selasa, 12 Juni 2012

MAAFKAN AKU, MAMA

Entah, sudah keberapa kalinya aku menyakitimu mama. Tak pernah sedikitpun terpercik di hatiku ingin menyakitimu, tapi maafkan aku, mama jika laku, dan ucapku justru menyakitimu. 
Mama, hari ini aku tahu betapa sakitnya hatimu oleh ucapku 
Maafkan anakmu, mama . . .
Maafkan anakmu, mama . . .



Aku, tak tahu akan seperti apa aku jika tanpa restumu mama. aku, takut Allah akan murka kepadaku jika mama murka dan kecewa kepada sikapku. aku tanpamu mama, tak berarti apa-apa. aku mungkin bisa jadi orang yang hebat, sukses, kaya, tapi apalah arti semua yang kumiliki jika mama tak restu kepadaku.
Mama, andai kau tahu betapa besarnya rasa cintaku kepadamu... Hidupku, hanya aku persembahkan untuk bahagiakanmu mama.
Mungkin benar, "kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah." aku tahu, aku bukanlah anak yang sempurna. Terkadang, aku lupa dan khilaf berlaku tidak sepantasnya kepadamu mama. 
Maafkan anakmu, mama...


aku takut mama, ketika aku melihat mama menangis karena tingkah laku dan ucapanku...
Ya Rabb, betapa durhakanya aku yang telah membuat mama menangis karena ucapku.
Ya Rabb, ampuni aku...

Mama, mungkin hatimu masih terluka oleh ucapku.,., tapi, aku masih bisa melihat mama tersenyum dan berkata, "Mama, sudah memaafkanmu, nak,"
Ya Allah,.,.,.,.,
Bagaimana mungkin aku membuat mama terluka sementara mama dengan kasih dan kelembutannya masih saja memberikan maaf itu kepadaku.
Bagaimana mungkin, aku membuat mama menitikkan air mata karena kecewa akan lakuku kepadanya yang sedikit kasar sementara mama meluangkan waktunya hanya untuk melihatku sekejap saja sebelum aku pergi di kampung orang.


Bagaimana mungkin, aku dongkol ketika mama menelpon diantara kesibukannku dengan aktivitasku sementara mama dengan khawatirnya menelponku hanya untuk sekadar mengetahui kabar beritaku hari ini..
Bagaimana mungkin, aku membantahnya jika ada yang ingin mama sampaikan menurut pemikirannya sementara dulu ketika ku masih kecil, mama selalu menjawab segala pertanyaan yang terlontar dariku..
Bagaimana mungkin aku berpikir untuk bahwa mama adalah orang yang kuno, norak, gaptek, sementara mama dulu yang mengajarkan dan mengenalkan aku menggunakan sepeda, televisi...
Bagaimana mungkin aku merasa lelah dengan aktivitasku dan terkadang melupakannya sementara mama yang begitu lelah mengurusku sejak kecil tak pernah mengeluh...

Ya Allah....
Durhakanya aku kepada mama....

Mama, maafkan anakmu ini.... 
Tak bisa kugantikan tangis luka dan kecewamu dengan apapun, tapi akan kupastikan bahwa suatu saat nanti aku akan membanggakan dan membahagiakanmu..


 
 

Minggu, 10 Juni 2012

BAHAGIA DIUJUNG SEBUAH KESABARAN

Sabar merupakan salah satu sifat yang dianjurkan dalam agama. Karena sabar akan membawa jiwa kita pada sebuah ketenangan dan kedamaian.Dalam firman-NYA juga Allah berkata
"Jadikan sabar dan shalatmu sebagai penolong"

Lalu, apalagi yang kini harus menjadi penghalang bagi kita untuk menjadi jiwa yang penyabar? Sepertinya tak ada lagi yang menghalangi kita. Dalam persoalan ini, bukan soal bisa atau tidak bisa tetapi mau atau tidak mau.
Padahal, hakikatnya sabar itu banyak sekali manfaatnya. Selain mendapatkan kedamaian dan ketenangan hati, sabar juga ternyata mampu mendekatkan kita pada hubungan silaturahim yang baik dengan orang lain.
Sebagai contoh, ketika kita mampu menempatkan diri kita pada situasi dan kondisi dimana kita harus mengalah atau bersabar untuk orang lain. Perlu digarisbawahi bahwa mengalah bukan berarti tidak imbang hanya persoalan bagaimana menetralisir kondisi yang ada agar tetap baik bagi pihak manapun.
Tak semudah seperti membalikkan telapak tangan memang, tapi apa salahnya ketika kita mengharapkan keridhoan Allah semata melalui jalan kesabaran.
Sabar tak pernah ada batasnya, karena sabar adalah sebuah sifat yang keberadaannya tergantung dari kemauan si manusia itu sendiri. 


(sebuah catatan tentang Sabar...)

Sabtu, 09 Juni 2012

BERHARAP... ^_^


 
Insya Allah

 
Dari Hati yang paling dalam
Terucap kata cinta untukmu
yang telah lama ingin kukatakan
sungguh aku cinta padamu


hari demi hari tlah terlewati
tapi dirimu slalu dihatiku
kau pujaanku, kau pangeranku
jangan tutup dirimu sebelum aku datang..


Biarkan ku mencoba, menjadi milikmu
jangan tutup dirimu
salahkah diri ini, yang mencintaimu
jangan tutup dirimu...

(STINKY-JANGAN TUTUP DIRIMU)



Lagu ini menjadi semangat baru buat saya, entahlah atau hanya sesaat saya sendiri tidak tahu. tapi, terima kasih untuk lagu ini yang akhirnya membuat saya tahu selalu ada kesempatan emas buat setiap orang yang mampu melihat peluang.


Kamis, 17 Mei 2012

MIMPI

-->
SEMUA BERAWAL DARI MIMPI

Oleh : Ghina Mangala Hadis Putri
            Malam itu, entah mengapa saya terbangun dari tidur lelap saya. Tiba-tiba, saya mengingat “mimpi” saya tentang masa depan. Yah, mimpi itu. Mimpi yang saya harapkan bisa menjadi kenyataan. Saya yakin, setiap orang pasti punya mimpi, dan pencapaian tertinggi dari sebuah mimpi adalah saat mimpi itu menjadi nyata. Saya tak tahu, mengapa mimpi menjadi salah satu point buat saya untuk menjadi spirit dan motivasi ke dalam diri saya.
Mungkin benar, pada beberapa artikel tentang mimpi yang saya baca menjelaskan bahwa mimpi adalah sebuah peristiwa yang berlangsung dalam dunia yang dimiliki pikiran dalam keadaan rasa sadar berkompromi dengan keadaan istirahat atau tidak sadar. Kemudian jiwa seseorang itu akan sendirian di masa depan, dalam pengembangan masa depan yang memungkinkan pembangunan diri dalam aksinya sebagai peringatan dan memungkinkan dirinya memiliki eksistensi yang mendekati sempurna.
Yah, mendekati sempurna. Sebuah tafsir tentang mimpi yang terkadang membawa seseorang menjadi telah mendekati kesempurnaan, walaupun pada hakikatnya sempurna adalah milik Sang Pencipta. Sempurna dalam segala hal, sempurna menjadi orang sukses, sempurna menjadi pengusaha, sempurna menjadi segalanya. Senyum itupun hadir disela-sela ingatan saya yang mengantarkan saya pada mimpi itu. Mimpi menjadi wanita karir, penulis muda yang terkenal, punya sebuah sekolah, pergi ke Mekkah menunaikan ibadah haji, dan banyak lagi mimpi-mimpi saya yang mendekatkan saya untuk menuju sempurna.
Banyak orang yang mengatakan bahwa wise word  tentang mimpi adalah hal yang konyol. Bagaimana mungkin wise word  ini “Mimpi hari ini, kenyataan di hari esok”  banyak diyakini oleh orang-orang. Tapi, I don’t Care. Buat saya, mimpi adalah gerbang awal buat saya meraih sukses. So, tak mengapa jika saya memiliki seabrek mimpi. Toh, mimpi bukan sembarang mimpi. Mimpi yang akan mengajarkan saya untuk mandiri, tegar, kuat, dalam menghadapi segala sesuatu yang akan saya temui untuk meraih mimpi itu.
Saya jadi teringat tentang beberapa kisah orang sukses yang meraih kesuksesannya karena sebuah mimpi. Sebut saja Albert Einstein yang mempunyai mimpi dan impian besar, sehingga mampu menciptakan sebuah teori tentang relativitas. Thomas Alfa Edison, penemu bohlam yang dulunya adalah seorang anak yang tuli tapi dengan kekuatan mimpi ia mampu menjadi orang “besar” dalam dunia ilmuwan. Soichiro Honda, yang memiliki kecintaan dengan dunia mesin sehingga membuatnya mampu menghasilkan sebuah mesin yang kemudian menjadi sebuah cikal bakal sepeda motor zaman sekarang. Kesuksesan yang diraih oleh orang-orang tersebut adalah karena keuatan mimpi. Karena mimpi dapat menjadi bahan bakar yang mendorong kita untuk mencapai sukses.
Mario Teguh salah seorang motivator pernah berkata, “Tuhan tidak akan memberi kita kekuatan untuk bermimpi besar, kalau DIA tahu kita tidak akan bisa menggapainya.”
Karena hidup adalah sebuah pilihan maka pilihan saat kita terbangun di pagi hari yang cerah terdapat dua pilihan yang harus kita pilih, yaitu melanjutkan mimpi indah kita ATAU membuat impian kita menjadi kenyataan yang indah. Dan pilihan saya adalah membuat semua impian saya menjadi kenyataan yang indah. Seperti artikel yang pernah saya baca, bahwa tak ada salahnya memilki impian setinggi mungkin, asal kita bisa mengubahnya menjadi sebuah impian yang menjadi nyata dan punya komitmen yang kuat dalam menggapainya.
            Inspiring Word buat saya juga yakni dari film Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yaitu, Bukanlah seberapa besar mimpi Anda, tapi seberapa besar Anda untuk mimpi Anda.
“Mimpi, adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia.” (Niidji-Laskar Pelangi)
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
(Bondan Prakoso feat Fade 2 Black-Hidup Berawal dari Mimpi)            
Semoga kelak mimpi-mimpi saya dan semua orang yang memiliki impian besar untuk mencapai kesuksesan akan menjadi nyata.


Sabtu, 31 Maret 2012

Sebuah agenda tentang "kamu"

       Saya tidak tahu harus bercerita apa tentang "kamu." Aneh, apa yah yang harus saya ceritakan tentang "kamu" yang saya sendiri tidak tahu seperti apa. Mungkin ini kegalauan di tengah malam, apalagi saya tadi siang menghabiskan waktu bersama rekan-rekan di LPMH-UH. Organisasi yang selalu menerima saya apapun dan seperti apapun keadaan saya. I Love you, LPMH... So Muchhh... 
       Spent time with them, nyatanya masih cukup membuat saya merasa agak boring. Rab Ne Bana Dil Jodi, film India menjadi pilihan saya menghabiskan waktu saya di malam hari untuk hanya sekedar kembali me-review film itu. Mennoton film ini bukan hanya untuk yang kedua atau ketiga, tapi rasanya sudah yang kesekian kalinya saya mennton film ini. 
       Tak bisa saya pungkiri, di umur saya yang akan menginjak 21 Tahun ini, saya terkadang membutuhkan sosok "kamu" yang bisa menjadi pendamping saya dalam keadaan apapun. Saya terkadang dilanda rasa jealous saat melihat teman-teman sesama perempuan telah banyak yang menggandeng "kamu".
Yah, dan ternyata "kamu" itu adalah sosok laki-laki. Lantas, apa hubungannnya dengan film India Rab Ne Bana Dil Jodi itu??
       Tenang saja, saya akan menghabiskan malam ini untuk bercerita pada siapa saja yang mau berkenan membaca blog saya ini. Dasar Orang GALAU, makanya hanya ingin dimengerti... 
Saya hanya ingin dimengerti malam ini saja kok, hanya saat sebuah pilihan itu kembali menghantui pikiran saya.
      Rab Ne Bana Dil Jodi, artinya adalah Jodoh Dari Tuhan. Berbicara soal jodoh saya selalu tahu dan mengerti bahwa itu semua atas kuasa Tuhan. Tapi bolehkah, Tuhan melihatkan "kamu" yang paling baik buat saya? Ini mungkin terlalu cepat, tapi saya ingin "kamu" dari Tuhan itu adalah orang yang benar-benar akan mengerti, memahami, dan mencintai saya apa adanya. Sama seperti cinta Surinder kepada Taani di film itu. Entah mengapa, saat saya diperhadapkan oleh banyaknya pilihan soal cinta saya tidak benar-benar tahu siapa "kamu" buat saya. Saya masih belum bisa mencintai "kamu" seperti cinta Surinder kepada Taani, cinta yang selayaknya mencintai pencipta segala hidup yaitu Tuhan. 
       Malam ini atau lebih tepatnya menjelang shubuh, saya hanya ingin berujar kepada Sang Pemilik Hidup ini, jika Engkau pertemukan saya dengan "dia" yaitu laki-laki yang kelak menjadi pendamping saya, biarkan saya melihat Engkau juga di dalam dirinya agar saya belajar bagaimana arti cinta yang sesungguhnya, agar saya belajar bagaimana mencintai tanpa rasa sakit, karena Cinta yang berasal dari Engkau Tuhan tidak akan pernah membuat saya merasa sakit.


Kamis, 29 Maret 2012

Pergerakan itu nyatanya memang diperlukan!!!

Saat ribuan suara, ribuan tindakan anarkis maupun damai, sudah luluh lantah hampir di seluruh pelosok negeri ini. Hanya demi meneriakkan sebuah permintaan dan pernyataan keras yakni "TOLAK  KENAIKAN BBM." Tapi kemudian, tahukah kita bahwa usaha ini nyatanya tak mendapatkan sebuah bentuk perhatian dari Birokrat negeri ini. Sungguh malang, nasib kita wahai kawan!!Tak ada sedikitpun yang perduli, para penguasa negeri ini seakan ingin mengatakan bahwa. "maaf, saya tidak punya waktu mendengar keluhan Anda.."
IRONIS memang yah negeri kita ini kawan, seakan tak ada lagi bentuk kepedulian para wakil rakyat di pemerintahan. Sayang, roda pemerintahan yang kita harapkan berjalan pada koridornya toh, sekarangpun bagai peribahasa "Hidup segan, mati tak mau." 
Kordinator-Kordinator lapangan dari gabungan massa kita pun tak pernah bosan selalu meneriakkan orasi-orasi sebagai bentuk kritikan langsung kepada para penguasa. Heehh, tak tahu lah kita ini bagaimana sebenarnya bentuk dan wujud perasaan mereka... Sudah seperti besi, baja, atau apa yah... ckckckckcckck
Ini sudah dalam bentuk pergerakan kita kawan, bagaimana kalau tidak yah??? Hemmm

Selasa, 13 Maret 2012

Eksperience is the best teacher . . .

        Sama sekali tidak pernah terbayangkan bagi saya, untuk dapat keluar Sulawesi Selatan lagi karena sebuah usaha. Yah, sebuah usaha yang melalui waktu tidak sebentar untuk mendapatkan kesempatan itu. Kembali Flash Back beberapa bulan lalu. Lebih tepat setahun yang lalu, 2011. Bulan Desember 2011 yang lalu, saya mendengar ada perlombaan tentang Legilslative Drafting. Sebuah perlombaan tentang Perancangan Undang-Undang yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan Bandung (Unpar). Pengumuman itu akhirnya membawa saya untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu calon peserta dalam perlombaan tersebut. 
          Ternyata, dalam kompetisi tersebut dibutuhkan 1 Tim yang terdiri dari 5 orang sebagai perwakilan dari Fakultas Hukum Unhas. Karena pada saat itu, ada sepuluh pendaftar sehingga kami harus melalui penyeleksian awal. Saya dan sembilan orang lainnya harus bekerja keras untuk mampu mempertunjukkan kemampuan terbaik kami dalam penyeleksian ini. Seleksi dilakukan sejak sore hingga malam hari. pada seleksi ini, kami diharuskan menguasai materi tentang ketenagakerjaan dan jamsostek. Dan tepat jam 9 Malam, seleksi berakhir. Tidak terlalu lama waktu yang saya butuhkan untuk tahu pengumuman siapa saja yang masuk sebagai Tim dari Unhas itu.. Alhamdulillah, saya menjadi salah satunya. 
       Perjuangan, rupanya tak hanya sampai disini. Setelah pengumuman itu, saya, Junaedi Azis, Emi Humairah, Nurjihad dan Muldiana harus kembali  bekerja keras untuk merancang sebuah Undang-Undang terkait dengan Tema yang diberikan yakni Jaminan Sosial bagi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Tema yang cukup menarik dibahas, melihat permasalahan TKI kita yang sering menjadi objek kekerasan dan penindasan. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya dan keempat rekan saya dalam hal merancang sebuah undang-undang. Bagaimana tidak, diantara kami berlima tidak ada satupun yang pernah memiliki pengalaman terkait kompetisi seperti ini dan juga hal ini merupakan kompetisi pertama terkait Legislative Drafting atau perancangan undang-undang yang diikuti oleh Unhas. Namun, hal ini tak menjadi halangan bagi kami untuk terus berjuang mengahsilkan sebuan naskah akademik yang digunakan untuk membentuk suatu rancangan undang-undang. Satu bulan, kami mengahbiskan waktu untuk membuat rancangan undang-undang. Dan tiba saatnya untuk mengirmkan hasil rancangan tersebut kepada panitia Perlombaan di Universitas Katolik Parahyangan Bandung untuk diseleksi lagi agar dapat masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap presentasi.
         Seminggu waktu yang cukup lama bagi kami untuk menunggu pengumuman lolos tidaknya Unhas sebagai Tim yang berhak mempresentasikan Rancangan Undang-Undang tersebut. Alhamdulillah, Unhas masuk sebagai 5 Besar Yang wajib mempresentasikan Rancangan Undang-Undang yang kami buat.
Seminggu adalah waktu yang kami miliki untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan presnetasi kami nantinya. Latihan berbicara, prsentasi, tak pelak menjadi bagian yang tidak terlepas dari saya dan keempat rekan saya yang lainnya di hari-hari  menjelang keberangkatan kami ke Bandung. 
          Waktu terus berlalu, hingga tiba keberangkatan kami ke Bandung. Bandung, lagi buat saya kota kembang itu menjadi sebuah semangat. Bagaimanapun, saya dan keempat teman saya harus memberikan yang terbaik buat almamater merah, kampus ayam jago ini, UNHAS. Tujuh belas Februari 2011, kami tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan segera beranjak menuju Bandung tepatnya Unpar. Perjalanan cukup lancar, tapi tetap saja hal ini tidak banyak membuat kami terlalu larut dalam kegembiraan karena belum tercapai tujuan  kami datang ke Bandung. Setibanya di Bandung, kami menuju Unpar untuk segera mengikuti acara pembukaan. Kesan pertama, "wah" kampus yang cukup sejuk dan menurut saya sebuah tempat yang saya akui kebersihannya. Kedatangan kami disambut hangat oleh para panitia, apalagi LO kami pun sudah tersenyum ramah. Bagaimana tidak, LO Unhas ternyata orang Makassar juga jadi yah tidak asing lagi bagi kami untuk saling berkomunikasi. 
      Hari Pertama di Unpar, cukup lancar. Ternyata, sudah banyak delegasi lain yang datang. Acara pembukaan cukup hikmat, delegasi Unhas disambut begitu berbeda oleh Dekan Fakultas Hukum Unpar, bapak Sentosa Sembiring. Beliau sempat mengutarakan bahwa beliau sangat senang Unhas yang berada di kawasan Indonesia Timur berkenan hadir dan mengikuti perlombaan yang diadakan oleh Fakultas Hukum Unpar. Sebelum beliau meninggalkan ruangan acara, beliau sempat berkata, "Jadilah juara dan selamat berkompetisi."
           Tak hayal, ini menjadi sebuah semangat juga bagi kami untuk dapat memberikan yang terbaik. Setelah pembukaan acara, para peserta diantar menuju hotel Yehezkiel sebagai tempat peristirahatan yang disediakan oleh panitia. Namun, semua Ketua Delegasi dari masing-masing harus tinggal untuk mengikuti technical meeting. Kebetulan untuk delegasi dari Unhas, saya yang mewakili. Dalam peraturan yang diberikan oleh Panitia, selama perlombaan berlangsung tidak boleh menggunakan segala atribut universitas dan tidak boleh menyebutkan universiltasnya dan itu menjadi suatu keharusan bagi kami delegasi. Akhir dari Technical Meeting adalah dengan pemilihan nomor urut tampil. Dan Unhas mendapat urutan ke-3 sebagai penampil presntasi esok harinya.
          Malam hari sebelum hari-H, saya dan keempat rekan saya melakukan latihan lagi dan lagi. Entah mengapa, kami semua terlihat sangt gugup. Latihan-pun berakhir sekitar jam 12 malam.
          Esok harinya, waktu yang dinanti akhirnya tiba. Saat dimana, kami harus memberikan yang terbaik. Dua delegasi penampil sebelum kami telah manampilkan penampilan yang terbaik. Cara dan tekhnik prsentasinyapun bisa saya acungi jempol. Setelah melewati 2 Delegasi yang lain, tiba saatnya bagi kami untuk mempresentasikan hasil rancangan Undang-Undang kami. Karena setiap delegasi dibebankan waktu selama 30 Menit untuk presentasi, jadi kamipun juga menggunakan waktu tersebut dengan maksimal. Lima belas menit pertama, 20 Menit, dan 30 Menit. Akhirnya, prsentasi-pun selesai. Selanjutnya kami harus beradu argument dengan para penanya yang masing-masing diberikan waktu selama 2 Menit untuk bertanya. Pertanyaan dari 3 Juri dan 4 Delegasi lainnya.
          Argument demi argument dari para penanya seakan mencoba untuk menjatuhkan kami,, tapi kami pun mencoba menangkis segala argument mereka dengan argument yang menjadi dasar bagi kami dalam merancang undang-undang. Saat yang buat kami, merupakan saat-saat yang menegangkan. Jawaban demi jawaban kami berikan dan akhirnya rangkaian prsentasi pun selesai. Entah seperti apa, kami menggambarkan kelegaan yang tak terhingga. Walaupun dalam  prsentasi kami, kami  banyak melakukan kesalahan-kesalahan tekhnis dalam hal menjawab pertanyaan, tapi inilah wujud bakti kami dan penampilan terbaik yang kami persembahkan buat almamater merah.
            Tiba saat hari pengumuman, kami sudah memberikan yang terbaik. Saatnya tangan Tuhan yang menentukan apa yang terbaik bagi kami. Panitia menyebutkan juara ke-Lima, lalu Unhas pada posisi yang keempat. Perasaan kecewa pada saat itu, tentu seketika langsung menghinggapi kami. Tapi sekali lagi, kami harus belajar untuk menerima sebuah kekalahan. Tak ada artinya sebuah kekalahan, tapi hal berarti adalah sebuah pengalaman. Pengalaman, yang mengajarkan kami banyak hal. Kami  tahu bagaimana rasanya berkompetisi nasional. bertandang di kota orang, mengenal delegasi lain, kami tahu ilmu tentang perancangan undang-undang, dan yang pasti  kebersamaan kami adalah segalanya. 
(Ghina Mangala Hadis Putri)

Sabtu, 25 Februari 2012

Tentang cinta yang sejati

Jika bukan pesan Rasulullah untuk memilih pasangan yang baik Agamanya ....

Aku bukanlah orang yang banyak menuntut karna aku juga belum tentu dapat memenuhi tuntutan dari pasanganku ....

Aku bukanlah orang yang menuntut kesempurnaan ....

Karna akupun tidak dapat memberi kesempurnaan ....

Aku bukanlah orang yang banyak mengajukan kriteria pria idaman ....

Karna aku mungkin juga tidak termasuk kedalam wanita Idaman ....

Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho dari-Nya ....

Aku hanya mengharap pendamping yang bertanggung jawab dan mencintaiku apa adanya ....

Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridha-Nya ...
Cukuplah dia yang seiman , asal bisa sholat yang lainnya tidak penting ....

Jika bukan karna takut akan Murka-Nya ....
Aku akan berpacaran dengan banyak pria akar aku bisa memilih siapa yang terbaik diantara mereka .....

Jika bukan karna Allah ....
Cukuplah aku mencintaimu karna ...
CINTA ...CINTA....& CINTA yang di agung- agungkan oleh para remaja ....

Tapi karna aku menginginkan Cinta-Nya , Rahmat-Nya , Ridha-Nya ....
Aku ingin memilihmu karna Cintaku pada-Nya .....
Aku ingin menerimamu karna cintaku pada-Nya ....
Aku ingin mencintaimu karna akhlak dan ketaqwaanmu pada-Nya ....
Dan akupun ingin kau memilihku dan menerimaku karna cintaku pada-Nya ....

~ Mungkin kebaikan itu bukan pada orang yang kau pilih , Melaikan pada Jalan yang kau pilih , atau mungkin kebaikan terletak pada keIkhlasanmu menerima keputusan dari Allah . . .


Tuhan yang memiliki masa depan saya....

Maret 2012 :Prepare lomba karya Tulis, LPJ Triwulan II LPMH,
April 2012:Ikut Kongres PPMI Nasional
Mei 2012: Final Test Semster 6
Juni-Agustus 2012 : KKN Reguler Unhas
September  2012   : Selesaikan perkuliahan, masukkan judul skripsi
Oktober-November 2012 : Menyusun Skripsi
Desember 2012 : Ujian Proposal
Januari/ Februari 2013 : Ujian Meja
Maret 2013 : WISUDA bawa gelar S.H.

Sebuah planning, yang menjadikan saya lebih tegar dan mampu bertahan untuk menjalani semuanya. Yang intinya Hanya bermuara pada masa depan yang lebih baik, serta kebahagiaan bapak dan mama. Only that!! Tak ada prioritas saya yang melebihi kedua hal itu.
Kadang kala, saya harus berbicara mengenai sebuah hal yang  "saya menginginkannya, tapi nyatanya saya tidak membutuhkannya." Cinta dan kasih sayang. 3 Kata yang bagi saya adalah hal yang pasti dimilki oleh semua orang. Bulsyet, saat ada yang mengatakan bahwa she/he just alone... ahhahaha termasuk saya yang selalu terperangkap dengan "Alone." 
Sebuah perasaan yang selalu saja hadir dalam setiap perjalanan hidup ini. Entah apakah ini sebuah sugesti atau doktrin yang meleka, tapi saya takut untuk menjalani sebuah hubungan. Yah, tentunya hubungan yang tidak biasa. Bukannya saya ini Jaga Image atau semacamnya hanya saja saya masih begitu sangat percaya dengan slogan, "semua akan indah pada waktunya" toh, Tuhan yang memiliki masa depan saya. Saya layaknya yang lain, selalu menginginkan yang terbaik termasuk dalam hal pendamping. Hohooo.... Sepertinya, Tuhan lebih tahu apa yang saya butuhkan.
Tuhan, saya adalah makhluk ciptaanMU. saya manusia biasa yang tak berarti apa-apa dihadapanMU, bahkan untuk sekedar memaksaMU mewujudkan semua inginku, apalah saya ini di hadapanMU... 

Tuhan, saya tuliskan semua rencana hidup saya di lembaran kertas "hidup" dariMU, dimana di kertas itu saya tuliskan semua ingin saya, dari karir, kebahagiaan, pengorbanan, Jodoh, dan matiku, namun semua adalah milikMU... jadi, berikan saya yang terbaik dan hapus semua yang tidak baik.