Sabtu, 31 Maret 2012

Sebuah agenda tentang "kamu"

       Saya tidak tahu harus bercerita apa tentang "kamu." Aneh, apa yah yang harus saya ceritakan tentang "kamu" yang saya sendiri tidak tahu seperti apa. Mungkin ini kegalauan di tengah malam, apalagi saya tadi siang menghabiskan waktu bersama rekan-rekan di LPMH-UH. Organisasi yang selalu menerima saya apapun dan seperti apapun keadaan saya. I Love you, LPMH... So Muchhh... 
       Spent time with them, nyatanya masih cukup membuat saya merasa agak boring. Rab Ne Bana Dil Jodi, film India menjadi pilihan saya menghabiskan waktu saya di malam hari untuk hanya sekedar kembali me-review film itu. Mennoton film ini bukan hanya untuk yang kedua atau ketiga, tapi rasanya sudah yang kesekian kalinya saya mennton film ini. 
       Tak bisa saya pungkiri, di umur saya yang akan menginjak 21 Tahun ini, saya terkadang membutuhkan sosok "kamu" yang bisa menjadi pendamping saya dalam keadaan apapun. Saya terkadang dilanda rasa jealous saat melihat teman-teman sesama perempuan telah banyak yang menggandeng "kamu".
Yah, dan ternyata "kamu" itu adalah sosok laki-laki. Lantas, apa hubungannnya dengan film India Rab Ne Bana Dil Jodi itu??
       Tenang saja, saya akan menghabiskan malam ini untuk bercerita pada siapa saja yang mau berkenan membaca blog saya ini. Dasar Orang GALAU, makanya hanya ingin dimengerti... 
Saya hanya ingin dimengerti malam ini saja kok, hanya saat sebuah pilihan itu kembali menghantui pikiran saya.
      Rab Ne Bana Dil Jodi, artinya adalah Jodoh Dari Tuhan. Berbicara soal jodoh saya selalu tahu dan mengerti bahwa itu semua atas kuasa Tuhan. Tapi bolehkah, Tuhan melihatkan "kamu" yang paling baik buat saya? Ini mungkin terlalu cepat, tapi saya ingin "kamu" dari Tuhan itu adalah orang yang benar-benar akan mengerti, memahami, dan mencintai saya apa adanya. Sama seperti cinta Surinder kepada Taani di film itu. Entah mengapa, saat saya diperhadapkan oleh banyaknya pilihan soal cinta saya tidak benar-benar tahu siapa "kamu" buat saya. Saya masih belum bisa mencintai "kamu" seperti cinta Surinder kepada Taani, cinta yang selayaknya mencintai pencipta segala hidup yaitu Tuhan. 
       Malam ini atau lebih tepatnya menjelang shubuh, saya hanya ingin berujar kepada Sang Pemilik Hidup ini, jika Engkau pertemukan saya dengan "dia" yaitu laki-laki yang kelak menjadi pendamping saya, biarkan saya melihat Engkau juga di dalam dirinya agar saya belajar bagaimana arti cinta yang sesungguhnya, agar saya belajar bagaimana mencintai tanpa rasa sakit, karena Cinta yang berasal dari Engkau Tuhan tidak akan pernah membuat saya merasa sakit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentar anda di bawah sini.