Tak banyak suka yang dapat kurasakan hari ini. Mungkin ini adalah proses buatku untuk menjadi lebih bijaksana, namun aku tak cukup mampu menghadapi semua ini. Seorang dosenku pernah berkata, "Bukan tidak bisa, tapi tidak mencoba untuk menjadi bisa." Apakah ini yang selama beberapa bulan ini aku lakukan???
Sudah beberapa kali aku masuk dan terus mencoba apa yang sebenarnya ada di dalam hatiku dan yang cukup mampu untuk bertahan. Semua, adalah karena sahabat-sahabatku. Sahabat-sahabat yang beberapa bulan ini slalu bersama. Tawa itu, slalu kita berbagi. menjalani duka mendalam bersama. Semua pernah aku lewati beberapa waktu yang lalu, saat keputusan berta harus aku ambil. Dan keputusan itu adalah BERTAHAN!! Bertahan pada waktu dan tempat yang sama sekali tidak membuatku nyaman. Tempat yang penuh dengan tekanan, tempat yang membuatku harus memilih untuk "Tidak Amanah" kepada kedua orang tuaku, kepada teman-teman sebangku kuliah. Harus membuatku slalu "TAHAN" mendengar ocehan-ocehan teman-temanku tentang sikap dan tingkahku akhir-akhir ini, ocehan-ocehan yang sebenarnya aku tahu bahwa mereka perduli terhadapku, mereka perduli terhadap kondisiku.
Aku telah melewati ini selama beberapa pekan akan hal ini, aku mencoba "persetan" dengan apa yang dikatakn teman-teman di bangku kuliah, aku mencoba bertahan untuk rela diasingkan dari keluargaku untuk sesaat, aku mencoba bertahan di posisi yang mengahruskan aku mengecewakan saudara-saudarku yang lain di lain sisi. Aku mencoba, aku mencoba, dan terus mencoba ini sampai akhirnya aku kembali diperhadapkan dengan kondisi yang mengharuskan aku memilih sebuah pilihan berat.
Hidup, akan slalu ada diantara dua pilihan. Semua memiliki konsekuensi, termasuk hari ini. Sudah cukup, semua aku korbankan lagi untuk ini, sudah cukup aku bertahan dengan semua ini, sudah cukup aku berbohong kepada kedua orang tuaku. sudah cukup "Proses" pembelajaran yang panjang dan belum seberapa ini menyisakan pedih yang tak terhingga.
Aku sudah cukup bahagia dengan mengenalmu (tempat itu), tempat yang membuat aku banyak belajar akan semuanya. Aku paham bagaimana kontroversi hati satu dengan lainnya, aku kenal semua orang-orang hebat seperti yang ada disana. Mungkin, aku harus mundur dari semua ini. Maafkan aku...
terima kasih untuk semua ilmu yang kau berikan, terima kasih atas semuanya... aku menyayangimu, namun aku harus memilih jalan hidup untuk kedua orang tuaku.. aku bukan orang-orang hebat seperti para ksatria yang bisa bertahan dsana. Hasil-hasilku belakangan ini cukup menjadi cambuk yang "pedis" bagi kehidupanku, walaupun aku tahu suatu hari nanti aku akan mendapatkan cambuk yang lebih Pedih dari ini, namun izinkan aku untuk mempersiapkan semuanya agar suatu hari kelak, aku akan mampu untuk bertahan.
Catatan Harian Mala
Makassar, 28 Maret 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan berikan komentar anda di bawah sini.