Rabu, 22 Februari 2012

Saya dan ENGKAU

Saya punya cerita tentang Cinta Allah SWT buat saya...

Disaat saya senang, Allah SWT tertawa dan mengatakan "I LOVE YOU"
Disaat saya sakit, Allah SWT tersenyum dan mengatakan "I CARE YOU"
Disaat saya bersedih,  Allah SWT memelukku dan mengatakan "I'M WITH YOU"
Dan...
Disaat aku jauh dan melupakanNYA, Allah SWT mendekat dan mengatakan "TRUST ME, I LOVE YOU, I CARE YOU, AND I ALWAYS WITH YOU"

Ampunilah segala salah dan dosa hamba, karena telah berburuk sangka kepada-MU...
 

Tahu, mengapa Allah SWT. seperti itu?? Karena DIA adalah seperduli-perdulinya manusia, secinta-cintanya manusia, sesiap-siapnya manusia untuk orang lain. 
     
     Cerita ini berawal dari begitu besar keinginan saya setelah lulus SMA masuk ke IPDN. Sebuah cita-cita dan harapan, mimpi saya sejak SD. Tepat tahun 2009 silam, saya menyelesaikan SMA dan tentunya hal yang kemudian saya lakukan adalah mendaftar sebagai Praja IPDN mewakili Kota Palopo. Awal yang baik buat saya. Tes Psikologi, Tes Kesehatan Tahap Awal, tes Kesehatan Tahap II, dan Tas Smapta. Yah, disitulah gerak tangan Allah SWT menentukan semua mimpi dan harapan itu.Ternyata saya dinyatakan tidak lolos dalam tahap seleksi yang berikutnya yakni Tes Akademik. Bisa dibayangkan betapa hancur dan kecewanya saya menerima semuanya. Tapi sekali lagi, tangan Allah SWT selalu memberikan yang terbaik. sebelum pengumuman itu, DIA telah menyiapkan tempat yang baik. Universitas Hasanuddin, lolos masuk tanpa harus melalui tahap yang rumit. JPPB atau lebih dikenal dengan "bebas tes"nyatanya cukup mampu mengobati kekcewaan itu. Selama 1 Tahun saya menjalani semuanya dengan ikhlas, namun tetap masih saja terbesit buatku untuk mengikuti seleksi menjadi Praja IPDN sekali lagi. Tepat di Tahun 2010 silam, tekad yang bulat kembali hadir dalam diri ini. Saya memutuskan untuk kembali berjuang untuk menjadi Praja IPDN. 
     Tak banyak perubahan, saya bisa melalui semua bahkan hingga tahap akhir yakni Tes Akademik sebelum berlanjut pada tahap Tes Pantukhir di Jatinangor Bandung. Ternyata, kembali Gerak TanganNYA menetukan lain. segala usaha dan doa telah saya lakukan untuk mewujudkan semua lembaran mimpi dan harapan saya selama itu, namun apa daya semuanya harus berakhir. Kekecewaan yang sangat mendalam bagi saya untuk kedua kalinya, saat tahu rejeki saya nyatanya bukan menjadi Praja IPDN.
 "Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.... "
  (DMasiv-Jangan Menyerah)

Tahun kedua setelah pendaftaran itu, saya mencoba untuk melalui semuanya dengan ikhlas. Bapak selalu menguatkan saya," bapak bangga padamu Nak, karena seperti apapun dirimu, dimanapun tempat belajarmu, kau tetaplah anakku yang mampu menjadi seseorang yang tegar. Rejeki itu tidak akan kemana Nak, sekalipun kau tidak di IPDN."  Hingga kini, kalimat itu selalu terngiang, apalagi di saat hati ini dilanda kegalauan. Tepat, di Tahun 2011 saya memulai kehidupan yang baru dengan kondisi menikmati pendidikan di Unhas. Bulan November 2011 lalu, saya mencoba untuk memasuki dunia baru dalam dunia kampus yakni dunia kompetisi perkuliahan. Moot Court Competition (MCC) Konstitusi MK menjadi awal karir saya di dunia kuliah. Sama sekali tak pernah menyangka, bahwa dengan mengikuti MCC Konstitusi tersebut saya bisa mengunjungi Jakarta tanpa mengeluarkan biaya Transportasi sedikitpun. Bisa mengunjungi Mahkamah Konstitusi, Monas, Bertemu dengan kawan-kawan Fakultas Hukum se-Indonesia, bisa jalan-jalan di Kota Paris Van Java alias Bandung, Mengunjungi Gelora Bung Karno,dan itu karena gerak tangan Allah SWT.. 
Kekecewaan itu sempat kembali hadir, saat dalam kompetisi tersebut saya harus menerima bahwa tim Unhas hanya harus meraih Juara 4 dalam kompetisi bergengsi itu. Sama sebelumnya, saat semua harapan dan mimpi itu hadir di tengah-tengah kompetisi itu terutama dalam diri ini dan gerak tanganNYA kembali menentukan. 

Tak dapat dipungkiri, bahwa saya lagi-lagi harus kembali merasakan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap harapan yang berlebihan itu. Tapi, ternyata Allah SWT itu tahu yang terbaik.
Bulan Februari 2012 ini, Allah kembali menggerakkan tanganNYA dalam rencana jalan hidup saya. Saya dan tim dari Unhas kembali dipertemukan dengan Kota Paris Van Java untuk mengikuti Kompetisi Legislative Drafting Universitas Katolik Parahyangan.  Tapi lagi-lagi, tanganNYA kembali memberikan sebuah "hadiah" kekecewaan buat saya. saya meraih juara 4 again... Sekarang, bukan saatnya saya menyesali semua yang telah terjadi. saya tahu, DIA sedang mengajarkan saya berada dalam segala kesulitan dan kekecewaan karena mungkin dibalik semua ini DIA menyiapkan segala kemudahan dan kebahagiaan buat saya.

***
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentar anda di bawah sini.