Minggu, 10 April 2011

Berjuang!!

JERATAN KALUNG-KALUNG KEJI ITU
Oleh   : Ghina Mangala Hadis Putri

Goresan Pena,  Makassar 05 April 2010

Tatapan kosong dari mata bocah-bocah kecil itu
menggambarkan betapa buruknya dunia pendidikan kita
Di saat para petinggi negara bergurau dengan lembaran-lembaran hijau
Mata-mata tak berdosa itu terus menatap
bangku-bangku kosong di ruangan yang tak beratap

            Ruangan tak beratap yang tak pula berdinding
            Semua lenyap dimakan oleh tamaknya sebuah kekuasaan
            Kekuasaan-kekuasaan semu yang berdiri kokoh 
          di rapuhnya  benteng pertahanan

Angkuh, rakus, tamak adalah beberapa mutiara  diantara kalung-kalung orang petinggi itu
Kalung-kalung yang menyilaukan setiap mata yang memandangnya
Kalung-kalung yang slalu mereka banggakan
Padahal mereka tidak tahu betapa kejinya jeratan kalung-kalung itu di leher mereka

            Mereka yang tidak pernah menyadari arti sebuah tanggung jawab
            Mereka yang terlalu terlena dengan keindahan kalung-kalung keji itu

Bagaimana mungkin saat bocah-bocah kecil yang tampak compang-camping
Mengemis untuk sekedar mendapatkan sentuhan kasih dari tangan mereka
Bahkan untuk sedikit memicingkan mata pun mereka enggan…

      Bocah-bocah itu calon intelektual muda jalanan, kawan..
      Bocah-bocah itu akan menjadi sebuah bayang tentang kehidupan berikutnya
      menjadi sebuah harapan dan keinginan sebuah pembaharuan masa depan
      Tapi Mungkinkah itu akan menjadi sebuah pencapaian dari makna hidup     
     di dunia yang kau anggap adalah istana Layaknya gedung-gedung pencakar langit 
     yang kian hari menampakkan kesombongannya???

                    (Terkhusus untukmu para bocah calon intelektual muda jalanan)


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentar anda di bawah sini.