Tak cukup kata, yang bisa aku ungkapkan untukmu. Karena tak mampu lagi aku berkisah tentangmu. Tentangmu dan semua yang ada bersamamu. Setahun, adalah waktu yang cukup bagiku untuk bisa mencintaimu dengan kesungguhan hati. Aku tak pernah menyangka, ketika aku hadir di dunia kampus lalu aku mengenalmu. Rasa simpati yang hadir saat pertama mendengar tentangmu, membuatku mencoba untuk dekat dan memahami semua tentangmu.
Rupanya, tanpa disadari waktu demi waktu membukakan mataku akan dirimu. Kau bersama dengan orang-orang yang memiliki kemampuan yang bagiku adalah sesuatu yang "Amazing." Tak pernah menyangka, aku mendapatkan semua yang tidak aku miliki darimu. Aku belajar, bagaimana aku harus memilih apa yang menjadi pilihan hatiku. Aku belajar bagaimana mempertahnkanmu, di depan orang-orang yang nampaknya tak berpihak padamu. Aku juga belajar bagaimana "loyalitas" orang-orang yang berada di sekitarmu.Entahlah, kenapa aku begitu mencintaimu. Aku tak pernah mampu untuk melupakanmu. Yah, walaupun aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu.
LPMH Unhas, sebuah Lembaga Pers Mahasiswa yang menjadikan aku mencintai duniamu. LPMH menjadi awal mulanya seorang gadis sepertiku untuk berani. Berani, yang mungkin bagiku tak pernah terbayangkan bisa kulakukan. LPMH membawaku belajar akan menulis Karya Tulis. Yah, Karya tulis tentang bidang yang aku geluti kini, yakni HUKUM. sama sekali tak pernah terfikirkan di benakku saat LPMH membawaku mampu menjadi salah satu tim yang terpilih Karya Tulisnya di Diknas. Semua berkat, LPMH. Tak lepas dari sosok-sosok hebat yang berada di antara dirimu. Kak Wiwin Suwandi, S.H. aku tak tahu lagi seperti apa aku bisa mengucapkan kepadamu akan beribu-ribu terima kasih. Kak Wiwin membuatku semakin kagum kepada LPMH, aku bangga bisa berada diantara sosok-sosok seperti kak Wiwin. Dan di LPMH lah aku bertemu dengan Kak Wiwin. Kak Ahmad Nur, S.H. atau kak Acha. Sosokmu yang sedikit agak "urakan" tetap membuatku kagum akan dirimu. kau bisa membuat sekitarmu nyaman terhadap keberadaanmu, kau slalu membuat tawa diantara kesusahan-kesusahan yang di dapatkan. Kembali lagi, entah seperti apa aku harus mendeskripsikan tentangmu. Kak Irfan Amir, S.H. sosok yang slalu setia mendengarkan segala ceritaku tentang apapun. Tak pernah berhenti memberiku motivasi untuk tidak pernah menyerah.
Mungkin, hanya di "kulit"nya saja akau mampu mendeskripsikan orang-orang hebat yang ada didalam LPMH, tapi tak bisa dipungkiri bahwa LPMH menghasilkan kader-kader pers yang hebat.
Bagiku, tak punya alasan yang cukup untuk menjadikanmu kedua dalam hidupku.
LPMH, di hari bahagiamu kali ini.. terbesit harapan yang besar bagi kelangsunganmu. Aku tak ingin lagi mendengar "suara-suara" jelek tentangmu. Aku juga tak ingin, LPMH mati di tanganku ini. Aku ingin slalu membwa nama baikmu di hatiku.
LPMH XV, semoga kau tetap menjadi dirimu..
(1996-2011)
By : Ghina Mangala Hadis Putri


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan berikan komentar anda di bawah sini.