Goresan Pena Palopo, 23 Juni 2011
Pukul 00.45 Wita
Mungkin ini adalah uneg-uneg yang baru aku goreskan di lembar kosong ini. Ada yang bilang bahwa in the middle of night adalah waktu yang paling efisien untuk sebuah cerita. Percaya ataupun tidak, tapi nyatanya aku memang benar-benar merasakannya.
Aku bukanlah orang yang hebat dalam mendeskripsikan sesuatu, aku juga bukan orang layaknya Gunawan Muhammad seorang jurnalis yang tulisannya sudah banyak dikenal oleh orang, bukan juga seorang andreas Harsono, Wartawan yang namanya sudah tak asing lagi di tengah dunia jurnalis. Tapi, aku adalah orang yang mau dan sedang belajar. Tak Munafik, aku ingin menjadi seperti mereka. Menjadi orang yang terkenal karena karya bukan karena sebuah masalah. I hope like that… ^_^
Sedikit berbicara tentang kekagumannku tehadap orang-orang seperti mereka. Namun, aku lebih kagum lagi pada orang-orang yang mungkin tak pernah ada dan di dengar nama serta keberadaan mereka oleh orang banyak tapi mereka itulah yang membawa banyak pelajaran hidup yang berharga. Aku selalu membayangkan menjadi orang yang hebat, orang yang kaya, professional, dan semua harus seperti apa yang aku harapkan serta kedua orang tuaku. Aku selalu melihat segala kehidupan dari orang-orang yang lebih di atasku sampai saatnya aku banyak belajar dari orang-orang yang tanpa aku sadari mereka punya peran yang sangat penting dalam kehidupan. Langkah kakiku, berhebti saat aku berada di tengah hiruk pikuk keramaian Pasar. Anak-anak kecil yang berlalu lalang mengumpulkan botol-botol bekas, orang tua yang umurnya hamper setengah baya masih aku temui mengais rezeki dengan memulung. Mencari nafkah dengan membawa becak, Tukang parkir, Ojek. Kadang kala aku masih terlalu egois untuk dapat memahami kondisi mereka. Miris memang, tapi itulah hidup. Aku tak pernah bermaksud untuk tidak menggubris tapi aku harus lebih baik dari mereka supaya suatu saat nanti aku bisa memperbaiki kehidupan mereka.
Aku baru sadar, ternyata aku hidup di Negara yang entah apakah masih memperhatikan rakyatnya yang seperti itu? Aku hidup di Negara yang kaya raya, minyak bumi melimpah, tanah pertanian dimana-mana, hasil perikanan lebih dari cukup, tapi nyatanya masih juga banyak rakyat yang kekurangan. Tak sepenuhnya, aku menyalahkan pemerintah karena aku tahu pemerintah telah berusaha semampunya walaupun inilah sebenarnya tugas dan tanggung jawab mereka kepada rakyat. Masih Santer pemberitaan tentang TKI yang dihukum pancung Arab Saudi akhir-akhir ini. Aku khawatir akan semakin banyak hal ini terjadi kepada rakyat Indonesia. Apa yang salah y, dari semua ini??? Aku sendiri masih bingung…
Ghina Mangala Hadis Putri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan berikan komentar anda di bawah sini.